Nukilan Ilham Cipta
~Pungguk Menanti Jawapan Si Bulan~
pungguk setia merenung si bulan
tapi hatinya...... terkilan
walau bulan tinggi berkawan sang awan
tatkala bintang turut hadir teman mengerlipan
pungguk tetap menatap si bulan
menduga gerangan dalam keseorangan
bulan bersembunyi dan menghilang
tertawan dalam sang awan
pungguk kegelisahan diulit kerinduan
alam menyaksi memerhati seribu persoalan
malam keanehan membibit pertanyaan
pungguk, apa istimewanya si bulan?
bulan itu penuh berongga-ronggaan
bulan itu pantulan sinarnya hanya pinjaman
bulan itu hanya mainan lamunan
bulan itu datang tiada ketetapan
arakian..
pungguk melewati masa kekeluan
sambil merujuk si bulan
pungguk tetap mengukir senyum rawan
bicara pungguk tanpa desahan dan keluhan
pungguk tidak mahu belas kasihan
pungguk tidak mahu dendam balasan
cinta pungguk bukan hanya alasan
rindu pungguk bukan sebuah penantian
sayang pungguk keikhlasan dan keredhaan
pungguk dan si bulan
masing-masing ciptaan Tuhan
seluruh isi alam keharuan
kisah pungguk meminta hujan
biar tiada sesiapa rindukan bulan
walaupun si awan bersama ribuan titisan
cinta pungguk harus dijadikan teladan
malam berkelahi dalam kekalutan
saling bertegas dengan bantahan
saling berkeras dengan alasan
si bulan di kejauhan apakah harus pungguk lupakan
semuanya berpasangan ciptaan Tuhan
namun pungguk menuntut keadilan dan kesaksamaan
ayuh pungguk bangkitkan!
jangan lemas dalam berlamunan
jangan bertepuk sebelah tangan
pungguk dilema tersentap kerasukan
pungguk melontar sebuah persoalan
perlukah si bulan harus ditinggalkan?
wahai si bulan tolong berikan
pungguk memerlukan sebuah jawapan
bukan sekadar alasan
mainan perasaan...Lihat seterusnya..
Oleh: Qushairi Rhys Meyer..
Ahad, 9 Oktober 2011
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan