TARIAN SEPI
jiwa yang tersudut pada keheningan malam
menghitung gemintang
dan bulan yang bergeser bersembunyi di balik awan
angin malam terobos masuk ke beranda kamar
sekap raga dalam dingin malam, engkau datang seperti menari
Tarik hasrat lepaskan malu
hentakan tanganmu pada dinding dinding yang menggigil
ajak aku ke taman penuh bunga
menari sepanjang malam sampai embun menetes
lalu kaupun seperti menguap terbang tinggalkan diri
aku yang terpesona di rerumputan
basah..... dan dingin menjalari tubuh yang dibalut embun
wahai ...aku yang gila bayangmu
menari sampai pagi di antara gejolak sukma kerinduan
berputar dan menghentak sampai aku lupa.
inilah tarian jiwa Yang terpulas di taman tanpa bunga
terperangkap sepi semakin lama terpasung rindu,
Budi Syuhandi - Okt 11'
Jumaat, 21 Oktober 2011
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan